Selamat datang Readers!

Hi Guys! enjoy my blog.. :)

Sabtu, 09 Juni 2012

My Survey

Pada akhirnya survey pun terselesaikan juga. Survey ini bertujuan untuk melihat seberapa berpengaruhnya suasana kelas dalam proses penerimaan infrormasi selama pembelajaran berlangsung. Dalam mengerjakan survey ini saya menggunakan kwiksurveys, dimana survey dilakukan secara online. dan inilah hasil survey yang saya dapatkan:

Question 4

ketika saya terlambat
masuk kelas fokus belajar saya jadi buyar
 Sesuai  18 
 36.73% 
 Netral  22 
 44.90% 
 Tidak Sesuai  9 
 18.37% 

Question 5

posisi duduk yang baik itu di depan
 Sesuai  20 
 40.00% 
 Netral  25 
 50.00% 
 Tidak sesuai  5 
 10.00% 

Question 6

saya lebih fokus belajar dengan ruangan ber-AC
 Sesuai  31 
 64.58% 
 Netral  15 
 31.25% 
 Tidak sesuai  2 
 4.17% 

Question 7

Saya tetap dapat fokus meski kelas bising
 Sesuai  5 
 10.00% 
 Netral  18 
 36.00% 
 Tidak Sesuai  27 
 54.00% 

Question 8

Saya lebih mudah mengerti jika belajar dengan metode ceramah
 Sesuai  18 
 36.73% 
 Netral  29 
 59.18% 
 Tidak Sesuai  2 
 4.08% 



Kesimpulan
Dari survey ini saya menyimpulkan bahwa:
1. keterlambatan mahasiswa itu sendiri tidak byk berpengaruh terhadap konsentrasi saat kuliah berlangsung.
2. Posisi duduk ternyata cukup berpengaruh terhadap konsentrasi saat perkuliahan berlangsung.
3. Suhu yg sejuk dapat membantu mahasiswa untuk lebih dapat fokus saat kuliah.
4. kelas yang bising sangat tidak mendukung untuk proses perkuliahan.
5. Metode ceramah cukup baik digunakan dalam proses perkuliahan.



Testimoni
Saya merasa senang dengan penggunaan survey secara online. selain menghemat biaya seperti print out, juga dapat dilakukan dimanapun. Meski mengalami kesulitan pada jaringan internet yang acap kali tidak bersahabat, tetapi saya bersemangat untuk hal ini. ini merupakan pengalaman pertama saya. 

Jumat, 01 Juni 2012

5.000 anak meriahkan Gebyar PAUD di Cibubur

Jakarta (ANTARA News) - Sekitar 5.000 anak peserta Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-DKI Jakarta tampak memadati Lapangan Buperta Cibubur, Jakarta Timur, kemarin.

Keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu, menyebutkan bahwa peserta PAU datang dari lima wilayah DKI Jakarta, anak-anak usia balita --yang didampingi orangtua dan guru mereka-- tampak juga ceria mengikuti Gebyar PAUD 2012 Provinsi DKI Jakarta.

"Inilah puncak acara dari rangkaian program Jakarta Berbagi Ilmu, yakni upaya untuk membagiilmu, keterampilan dan wawasan yang diinisiasi sejumlah organisasi wanita di bawah payung BKOW (Badan Koordinasi Organisasi Wanita)," kata Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta Tatiek Fauzi Bowo.

Menurut istri Gubernur DKI Fauzi Bowo itu, perkembangan PAUD terbilang menggembirakan. Di seluruh Jakarta saat ini terdapat 1.258 PAUD dengan jumlah peserta 68.148 anak. Sampai sekarang, PAUD mampu menyerap 6.237 tenaga pengajar yang kebanyakan lulusan SLTA atau sederajat.

"Urgensi untuk meningkatkan kompetensi para pengajar PAUD inilah yang mendorong BKOW melakukan serangkaian pelatihan dan pengayaan kepada guru maupun orangtua. Ini dilaksanakan lewat program Jakarta Berbagi Ilmu di sepanjang bulan Mei lalu," kata Tatiek, dalam sambutan yang dibacakan putrinya, Esti Amanda.

Tatiek menambahkan, peningkatan kompetensi pengajar PAUD, tidak terlepas dari fakta bahwa pengajar merupakan mata rantai terpenting dalam menentukan kualitas pendidikan. Guru yang berkualitas niscaya akan menentukan kualitas murid.

"Dalam jangka pendek, upaya mengembangkan kompetensi tenaga pengajar PAUD lewat program Jakarta Berbagi Ilmu bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak," ujarnya.

Sedangkan dalam jangka panjang, program itersebut hendak memastikan kualitas warga Jakarta sebagai yang terbaik, sekarang maupun pada masa mendatang. "Aset utama dan terpenting yang dimiliki oleh Jakarta bukanlah gedung, jembatan, atau jalan, melainkan keberadaan warga dengan kehidupan yang sejahtera," katanya.

Dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2010 sebesar 77,36, menurut Tatiek Fauzi, warga Jakarta tercatat sebagai warga yang paling sehat, paling terdidik, dan paling sejahtera di Indonesia.

Dalam Gebyar PAUD di Cibubur tersebut, tampak hadir seluruh wali kota se-DKI Jakarta bersama jajarannya, juga perwakilan dari tujuh organisasi wanita. Selain diisi dengan senam sehat massal, tampil drum band PAUD serta pembagian hadiah lomba untuk anak-anak dan bingkisan kepada para pengajar.

Mengutip Esti Amanda, yang juga seorang guru, Gebyar PAUD diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan menjadi media pengenalan kepada masyarakat terkait pentingnya PAUD. "Kami pahami, PAUD merupakan pendidikan awal untuk membentuk karakter anak dengan tujuan mencerdaskan generasi yang akan datang. Anak usia dini memerlukan penanganan khusus agar terpola menjadi anak yang memiliki kategori baik," katanya.

Menurut Amanda, kreasi dan apresiasi anak dapat ditingkatkan melalui PAUD. Seperti lomba, anak akan mencoba bersaing membuktikan bahwa dirinya lebih baik dari yang temannya. "Anak-anak akan bersaing secara sehat jika dilakukan lewat hal positif," paparnya. (*)

Sabtu, 12 Mei 2012

Indonesia Kekurangan 15.000 Lembaga PAUD

BOGOR, KOMPAS.com - Indonesia masih kekurangan sebanyak 15.000 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk memenuhi target angka partisipasi kasar PAUD pada 2014 sebesar 75 persen, demikian dikatakan Dirjen PAUDNI Kemdikbud Lydia Freyani Hawadi, Minggu.

"APK PAUD baru mencapai 34 persen, sehingga perlu kerja keras untuk mencapai target tersebut. Karena itu, Kami terus mendorong pemerintah daerah, khususnya bupati dan wali kota untuk mempercepat pengembangan lembaga PAUD sehingga tiap desa satu PAUD," kata Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saat menyampaikan pemaparan dalam Forum Wartawan pendidikan di Bogor, Minggu (17/6/2012).

Lebih lanjut dikatakannya layanan pendidikan anak usia dini berusia 0-6 tahun, saat ini baru mampu menjangkau sebanyak 15 juta anak usia dini dari jumlah 30 juta anak. "Setengah lainnya belum bisa mengakses pendidikan menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah pusat dan daerah," katanya.

Ia mengatakan tidak mudah untuk mencapai target angka partisipasi kasar pendidikan anak usia dini 75 persen pada 2014, karena membutuhkan sarana dan prasarana memadai bagi pendidikan anak usia dini. Permasalahan guru PAUD juga menjadi kendala tersendiri.

"Guru PAUD yang sudah S1 saat ini belum banyak. Sementara pengasuh untuk tempat penitipan anak dan pembimbing di kelompok bermain umumnya hanya berijazah SMA. Padahal untuk pengasuh dan pembimbing harus ditambah dengan pendidikan PAUD tingkat dasar minimal," tuturnya.

Ditjen PAUDNI terus berupaya meningkatkan kesejahteraan para guru TK dan tenaga kependidikan PAUDNI dengan memberikan perhatian khusus kepada PTK PAUDNI yang mengabdikan diri di daerah perbatasan dan Tertinggal, Terdepan, serta Terluar (3T).

Reni mengatakan saat ini daya dukung APBN terhadap peningkatan kesejahteraan Pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) PAUDNI belum optimal. Hal tersebut mengakibatkan pemerintah belum sanggup memenuhi tunjangan bagi seluruh guru TK di Indonesia.

Namun, bagi guru yang telah memenuhi syarat untuk menerima tunjangan profesi, pemerintah menjamin akan memenuhi hak mereka. Hingga Januari 2012, guru TK yang berhak mendapat tunjangan profesi berjumlah 10.602 orang. Sedangkan dalam DIPA Ditjen PAUDNI 2012 baru tersedia anggaran untuk 8.728 orang (82 persen).

Selain itu, pemerintah memiliki kepedulian untuk menargetkan satu desa satu PAUD, maka pada 2014 mendatang target pembangunan satu PAUD diharapkan tercapai. Untuk itu, Kemdikbud akan mendorong pemda mengembangkan lembaga PAUDNI pada tahun 2012 ini melalui alokasi anggaran sebesar Rp 3,1 triliun.

Dikatakannya, pihaknya akan mengusulkan ke DPR agar tahun depan diberikan alokasi tambahan anggaran dari Rp 3,1 triliun menjadi Rp 7 triliun. Penambahan anggaran tersebut diharapkan dapat untuk membangun PAUD di seluruh desa.

Ia menyatakan rasa optimistis, jika anggaran mencapai Rp 7 triliun, maka 15.000 PAUD sampai tahun 2014 bakal terbangun. "Jadi pada tahun 2013 akan dibangun 7.500 unit dan jumlah yang sama akan dibangun pada 2014," katanya.

Setiap unit PAUD bakal mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 35 juta yang digunakan untuk pengadaan gedung dan sumber daya manusia. Alokasi dana bagi para pengajar PAUD dan taman kanak-kanak (TK) masih banyak yang belum sesuai standar, tambahnya.

Reni mengatakan, pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab guru semata maka orangtua juga perlu mendapatkan materi tentang PAUD ini. Ditjen PAUDNI pun berupaya dan akan mengeluarkan prrogram pendidikan untuk keluarga. Pendidikan keluarga ini meliputi pendidikan pra nikah, ibu hamil dan pendidikan untuk orangtua.

"Pendidikan keluarga ini sedang di godok di dapurnya PAUDNI yaitu di Balai Pengembangan Pendidikan Non Formal dan Informal," tambah Reni.
Blended Learning
Blended learning adalah metode pembelajaran yang memadukan pertemuan tatap muka dengan materi online secara harmonis. Perpaduan antara training konvensional di mana trainer dan trainee bertemu langsung dengan training online yang bisa diakses kapan saja, di mana saja 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Blended learning merupakan suatu transformasi metode pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dengan pedagogi konvensional, khususnya dilingkungan pendidikan tinggi.
Proses utama blended learning difokuskan pada penciptaan komunitas ilmiah (community of inquiry) yang diharapkan dapat mendukung terjadinya kedekatan dan kolaborasi diantara para mahasiswa yang secara tidak langsung juga mengintegarasikan unsur-unsur sosial, kognitif dan pengajaran. Jadi sederhananya Blended learning disini adalah bagaimana menerapkan proses pengajaran dengan menggunakan bantuan komputer dan peralan ICT tanpa meninggalkan pengajaran secara konvensional.
Hal positif dari metode pembelajaran blended learning
*      Lebih praktis dalam penggunaannya, dapat digunakan dimana saja dan kapan saja.
*      Menghemat biaya
*      Daya tarik terhadap materi lebih baik, disebabkan juga oleh tampilannya, tidak membuat kita cepat bosan
Hal penghambat metode pembelajaran blended learning
*      Tanpa adanya perangkat berbasis computer yang memadai, tak akan berjalan dengan baik.
*      Kemampuan yang kurang dalam penggunaannya juga dapat menghambat proses blended learning
*      Kehalusan jaringan internet yang tidak mendukung juga dapat menghambat berjalannya blended learning



Kamis, 10 Mei 2012

PENDIDIKAN DI SLB A

Nama Kelompok 1 :

Nurfazrina 11-036
Rony Syahputra 11-048
Grace T. Sihotang 11-58
Tia Nahara Hendrati 11-074
Atika Mentari Nataya 11-086
Paras W. S 11-090


1. Bagaimana pendidikan di SLB A?

Jawab :
Pendidikan do SLB A berbentuk segregasi, dimana anak-anak tuna netra dipisahkan dengan anak-anak normal. Strategi pembelajaran pada anak-anak tuna netra pada dasarnya sama dengan strategi pembelajaran bagi anak awas, hanya saja dalam pelaksanaannya diperlukan modifikasi sehingga materi yng disampaikan dapat ditangkap oleh anak tuna netra melalui indera-indera yang masih berfungsi.
Dalam pembelajaran anak tuna netra terdapat prinsi-prinsip yang harus diperhatikan antara lain, prinsip : individual, pengalaman penginderaan yang nyata dan aktivitas mandiri.
Media pembelajaran yang digunakan berupa berupa alat bantu pembelajaran, seperti :
· Alat bantu menulis huruf braille (reglet, pen dan mesin ketik braille)
· Alat bantu membaca huruf braille (papan huruf, optacon)
· Alat bantu berhitung (cubaritma, sempoa, speech, kalkulator)
· Alat abntu yang bersifat audio (tape recorder)
Evaluasi belajar pada anak tuna netra pada dasarnya sama dengan anak awas (normal), namun ada sedikit perbedaan yang menyangkut materi tes dan teknik pelaksanaan tes. Materi tes atau pertanyaan yang diajukan kepada anak tuna netra tidak mengandung unsur-unsur persepsi visual, soal hendaknya diberikan dalam huruf braille.

2. Seandainya kalian adalah psikolog di seolah SLB A, apa yang akan kalian lakukan dalam pendidikan anak berkebutuhan khusus itu?

Jawab :
· Mengukur sejauh mana kemampuan inteligensi anak tuna netratersebut sehingga mengetahui potensi dan kekurangan/hambatan yang dimiliki serta mengetahui apa yang dibutuhkan anak tersebut dalam proses pembelajaran.
· Memberi saran kepada pihak sekolah untuk memberikan peluang kerja sesuai dengan bakat dan minat yang dapat mereka kembangkan di sekolah
· Menyarankan metode pembelajaran kepada sekolah untuk menekankan pada alat indera lainnya yaitu indera peraba dan pendengar serta metode pembelajaran dengan mengembangkan bakat keterampilan yang akan memacu mereka lebih berkembang dan maju.
· Memberikan motivasi kepada mereka agar mereka tidak merasa minder, namun menjadi percaya diri dengan apa yang mereka punya.
· Memberikan bimbingan konseling saat mereka mengalami masalah dengan anak lainnya.

Sabtu, 05 Mei 2012

Membangun Karakter Sejak Pendidikan Anak Usia Dini






Kawan, jika saya ditanya kapan sih waktu yang tepat untuk menentukan kesuksesan dan keberhasilan seseorang? Maka, jawabnya adalah saat masih usia dini. Benarkah? Baiklah akan saya bagikan sebuah fakta yang telah banyak diteliti oleh para peneliti dunia.

Pada usia dini 0-6 tahun, otak berkembang sangat cepat hingga 80 persen. Pada usia tersebut otak menerima dan menyerap berbagai macam informasi, tidak melihat baik dan buruk. Itulah masa-masa yang dimana perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk. Karena itu, banyak yang menyebut masa tersebut sebagai masa-masa emas anak (golden age).

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli Perkembangan dan Perilaku Anak dari Amerika bernama Brazelton menyebutkan bahwa pengalaman anak pada bulan dan tahun pertama kehidupannya sangat menentukan apakah anak ini akan mampu menghadapi tantangan dalam kehidupannya dan apakah ia akan menunjukkan semangat tinggi untuk belajar dan berhasil dalam pekerjaannya.

Nah, oleh karena itu, kita sebagai orang tua hendaknya memanfaatkan masa emas anak untuk memberikan pendidikan karakter yang baik bagi anak. Sehingga anak bisa meraih keberhasilan dan kesuksesan dalam kehidupannya di masa mendatang. Kita sebagai orang tua kadang tidak sadar, sikap kita pada anak justru akan menjatuhkan si anak. Misalnya, dengan memukul, memberikan pressure yang pada akhirnya menjadikan anak bersikap negatif, rendah diri atau minder, penakut dan tidak berani mengambil resiko, yang pada akhirnya karakter-karakter tersebut akan dibawanya sampai ia dewasa. Ketika dewasa karakter semacam itu akan menjadi penghambat baginya dalam meraih dan mewujudkan keinginannya. Misalnya, tidak bisa menjadi seorang public speaker gara-gara ia minder atau malu. Tidak berani mengambil peluang tertentu karena ia tidak mau mengambil resiko dan takut gagal. Padahal, jika dia bersikap positif maka resiko bisa diubah sebagai tantangan untuk meraih keberhasilan. Anda setuju kan?


Banyak yang mengatakan keberhasilan kita ditentukan oleh seberapa jenius otak kita. Semakin kita jenius maka semakin sukses. Semakin kita meraih predikat juara kelas berturut-turut, maka semakin sukseslah kita. Benarkah demikian? Eit tunggu dulu!

Saya sendiri kurang setuju dengan anggapan tersebut. Fakta membuktikan, banyak orang sukses justru tidak mendapatkan prestasi gemilang di sekolahnya, mereka tidak mendapatkan juara kelas atau menduduki posisi teratas di sekolahnya. Mengapa demikian? Karena sebenarnya kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan otak kita saja. Namun kesuksesan ternyata lebih dominan ditentukan oleh kecakapan membangung hubungan emosional  kita dengan diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Selain itu, yang tidak boleh ditinggalkan adalah hubungan spiritual kita dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Tahukah anda bahwa kecakapan membangun hubungan dengan tiga pilar (diri sendiri, sosial, dan Tuhan) tersebut merupakan karakter-karakter yang dimiliki orang-orang sukses. Dan, saya beritahukan pada anda bahwa karakter tidak sepenuhnya bawaan sejak lahir. Karakter semacam itu bisa dibentuk. Wow, Benarkah? Saya katakan Benar! Dan pada saat anak berusia dini-lah terbentuk karakter-karakter itu. Seperti yang kita bahas tadi, bahwa usia dini adalah masa perkembangan karakter fisik, mental dan spiritual anak mulai terbentuk. Pada usia dini inilah, karakter anak akan terbentuk dari hasil belajar dan menyerap dari perilaku kita sebagai orang tua dan dari lingkungan sekitarnya. Pada usia ini perkembang mental berlangsung sangat cepat. Pada usia itu pula anak menjadi sangat sensitif dan peka mempelajari dan berlatih sesuatu yang dilihatnya, dirasakannya dan didengarkannya dari lingkungannya. Oleh karena itu, lingkungan yang positif akan membentuk karakter yang positif dan sukses.


Lalu, bagaimana cara membangun karakter anak sejak usia dini?
Karakter akan terbentuk sebagai hasil pemahaman 3 hubungan yang pasti dialami setiap manusia (triangle relationship), yaitu hubungan dengan diri sendiri (intrapersonal), dengan lingkungan (hubungan sosial dan alam sekitar), dan hubungan dengan Tuhan YME (spiritual). Setiap hasil hubungan tersebut akan memberikan pemaknaan/pemahaman yang pada akhirnya menjadi nilai dan keyakinan anak. Cara anak memahami bentuk hubungan tersebut akan menentukan cara anak memperlakukan dunianya. Pemahaman negatif akan berimbas pada perlakuan yang negatif dan pemahaman yang positif akan memperlakukan dunianya dengan positif. Untuk itu, Tumbuhkan pemahaman positif pada diri anak sejak usia dini, salah satunya dengan cara memberikan kepercayaan pada anak untuk mengambil keputusan untuk dirinya sendiri, membantu anak mengarahkan potensinya dengan begitu mereka lebih mampu untuk bereksplorasi dengan sendirinya, tidak menekannya baik secara langsung atau secara halus, dan seterusnya. Biasakan anak bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Ingat pilihan terhadap lingkungan sangat menentukan pembentukan karakter anak. Seperti kata pepatah bergaul dengan penjual minyak wangi akan ikut wangi, bergaul dengan penjual ikan akan ikut amis. Seperti itulah, lingkungan baik dan sehat akan menumbuhkan karakter sehat dan baik, begitu pula sebaliknya. Dan yang tidak bisa diabaikan adalah membangun hubungan spiritual dengan Tuhan Yang Maha Esa. Hubungan spiritual dengan Tuhan YME terbangun melalui pelaksanaan dan penghayatan ibadah ritual yang terimplementasi pada kehidupan sosial.

Nah, sekarang kita memahami mengapa membangun pendidikan karakter anak sejak usia dini itu penting. Usia dini adalah usia emas, maka manfaatkan usia emas itu sebaik-baiknya.

Senin, 09 April 2012

Dunia Psikologi sekolah


 Kedudukan psikologi sekolah dalam ilmu psikologi
Psikologi sekolah berada di bawah naungan psikologi pendidikan, dimana psikologi sekolah berfokus pada pendidikan yang diberikan secara formal, yakni dimulai dari tingkat Playgroup sampai ke SMA. Psikologi sekolah membahas hanya sebagian dari psikologi pendidikan, dimana psikologi sekolah menekankan bagaimana cara anak menerima pelajaran dengan lebih efektif, misalnya menyesuaikan kematangan fisik anak dengan kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan anak dalam memperkuat informasi yang diterimanya selama masa sekolah.
2.      Perbedaan Psikologi Sekolah dan Psikologi pendidikan
Psikologi sekolah merupakan profesi dengan area kerja yang lebih sempit jika dibandingkan dengan Psikologi pendidikan. Biasanya psikolog yang bekerja di bidang pendidikan dibedakan atas Psikolog Pendidikan dan Psikolog Sekolah. Peran psikolog Sekolah lebih ditekankan sebagai ahli npsikolog sekolah (school psychologist), ahli psikolog masyarakat (community psychologist), dan sebagai guru bidang studi Psikologi Pendidikan. Terdapat penekanan fungsi peran psikolog sekolah pada tercapainya fungsi dan tujuan pendidikan di sekolah itu sendiri.  Antara lain yaitu, melakukan diagnostik dalam arti luas, pelaksanaan tes, melakukan wawancara dengan siswa, guru, orangtua dan orang lain yang mempengaruhipendidikan siswa; serta mempelajari data kumulatif prestasi belajar siswa. Dan bila Psikolog sekolah ahli menerapkan profesi psikologi sekolah, maka psikolog pendidikan kebanyakanbekerja di fakultas dalam lingkungan universitas  atau di lembaga penelitian seperti lembaga pendidikan dan latihan(diklat). Dan lebih berfokus pada riset pendidikan dan pengembanganmetode belajar yang meningkatkan kualitas pendidikan itu sendiri.
3.      Fungsi sekolah sebagai agen perubahan :
Sekolah mempunyai fungsi transformatif, setidak-tidaknya sekolah harus dapat mengikuti laju perkembangan agar bangsa jangan ketinggalan dalam kemampuan dan pengetahuan dibanding dengan bangsa-bangsa lain. Untuk itu, kurikulum harus senantiasa mengalami pembaruan dan perubahan. Perubahan dari negara agraria menjadi negara industri modern  memerlukan orientasi baru bagi sekolah kejuruan yang menyediakan tenaga kerja yang sesuai dan juga sekolah-sekolah lain. Di samping itu sekolah juga turut mendidik generasi muda agar hidup dan menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang cepat akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan sekolah memegang peranan penting sebagai agent of change untuk membawa perubahan-perubahan sosial, akan tetapi dalam norma-norma sosial, seperti keluarga, agama, filsafat bangsa, sekolah cenderung untuk mempertahankan yang lama dan dengan demikian mencegah terjadinya perubahan yang dapat mengancam keutuhan bangsa.
4.      Metode dalam sistem pengajaran:
a.       Metode ceramah
b.      Metode tanya jawab : melanjutkan pelajaran yang lalu, menyelingi pembicaraan untuk mendapatkan kerjasama siswa, dan memimpin pengamatan dan pemikiran siswa.
c.       Metode Diskusi : siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya menganai materi yang telah dibahas maupun tidak.
d.      Metode Kerja Kelompok : dimana siswa dalam suatu kelas dipandang sebagai suatu kelompok atau dibagi atas kelompok-kelompok kecil untuk mencapai suatu tujuan pengajaran tertentu.
e.       Metode demonstrasi dan eksperimen : antara metode demonstrasi dan eksperimen sebenarnya berbeda, akan tetapi dalam praktek sering dipergunakan silih berganti atau saling melengkapi.
f.       Metode sosiodrama dan bermain peran : merupakan dua buah metode mengajar yang mengandung pengertian yang dapat dikatakan bersama dan karenanya dalam pelaksanaan sering disilih gantikan.
5.      Permasalahan yang terjadi di sekolah :
a.       Berbuat curang : menyontek dan praktek-praktek lain untuk mendapat nilai baik sering dilakukan secara berlebihan. Beberapa alasan seseorang menyontek antara lain tugas yang diberikan terlalu sulit; lingkungan, guru, orangtua, siswa, terlalalu menekankan pada nilai dan kurang menekankan pada pemahaman dan penguasaan pelajaran; siswa-siswa merasa tidak mampu dan kurang aman di dalam situasi kelas tersebut.
b.      Suka membolos : Anak yang suka membolos adalah anak-anak yang tidak mau pergi ke sekolah dan membuat rencana untuk melakukan sesuatu yang lain. Menurut mereka kegiatan di luar sekolah lebih menarik daripada kegiatan sekolah. Anak yang suka membolos biasanya memiliki sikap negatif terhadap pentingnya pendidikan. Mereka sekolah hanya karena desakan orangtua ataupun merasa hari depannya sudah cerah atau sudah terjamin tanpa belajar di sekolah.
Selain itu anak-anak yang orangtuanya terlalu otoriter dan terlalu mendorong anak untuk belajar atau anak-anak yang tahu bahwa keberhasilan sekolah mereka merupakan martabat bagi orangtua mereka, dan bukan bagi masa depan mereka sendiri, sering menggunakan cara membolos untuk mendapatkan suatu keinginan bagi diri anak sendiri, atau membolos merupakan pemberontakan sebagai pembalasan penolakan terhadap keinginan anak.
Adapun solusinya :
a.       Agar dapat menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dan efektif, guru hendaknya sedapat mungkin mengenal murid-muridnya dari segi kemampuan, bakat, keunggulan dan kelemahan mereka.
b.      Mempersiapkan kelas sedemikian rupa agar menarik perhatian murid, misalnya menghubungkan pelajaran dengan kegiatan-kegiatan lain di luar sekolah.
c.       Melibatkan siswa dalam membuat aturan-aturan bagi kelas.
d.      Bertindak arif, maksudnya siswa cenderung berperilaku seperti yang dilakukan oleh guru bukan berperilaku seperti yang dianjurkan oleh guru.
e.       Mengusahakan agar pelaksanaan kegiatan rutin kelas berlangsung secara efisien, misalnya membagikan buku, memasang peralatan-peralatan peraga. Ini merupakan kesempatan bagi siswa untuk aktif dan untuk mendapatakan penghargaan.
6.      Fungsi Psikolog Sekolah dan Perlunya Psikolog Sekolah
Psikolog Sekolah berfungsi dalam hal diagnostik di sekolah yaitu
·         Pelaksanaan tes
·         Melakukan wawancara dengan siswa, guru, orangtua, serta orang-orang yang terlibat dalam pendidikan siswa
·         Observasi siswa di dalam kelas, tempat bermain, serta dalam kegiatan sekolah lainnya
·         Mempelajari data kumulatif prestasi belajar siswa.
Selain memiliki fungsi, Psikolog sekolah juga mempunyai peran penting dalam menumbuh kembangkan dan memberikan rasa nyaman terhadap semua warganya , baik siswa , guru , karyawan , Tata Usaha , atau tamu serta para orang tua murid.
7.      Hal- hal yang diberikan dalam kaitannya dengan dengan psikolog sekolah
Hal-hal yang diberikan oleh psikolog sekolah bagi sekolah ialah pengetahuan untuk memanipulasi keadaan baik dalam situasi seburuk apapun bagi kelangsungan pembelajaran di sekolah, juga memberikan ide-ide yang mendukung interaksi yang baik dalam proses belajar di sekolah, dedikasi atau pengabdian psikolog sekolah tidak dianggap terikat seperti guru BK.
8.      Perbedaan psikolog sekolah, psikolog pendidikan, dan guru BK
Peran Psikolog sekolah yaitu harus mampu meningkatkan kualitas sekolah, istilahnya supaya sekolah itu bermutu dengan baik. Sehingga seorang Psikolog sekolah sebagai salah satu pelaku pendidikan haruslah seorang profesional. Psikolog sekolah bisa memberikan penilaian intelegensia guru, inovasi guru dalam mengajar, dan lain sebagainya.
Psikolog pendidikan, biasanya ditempatkan di sekolah-sekolah umum maupun swasta dari berbagai jenjang (play group hingga SMA). Psikolog pendidikan memiliki andil dalam merancang kurikulum pendidikan yang disesuaikan dengan usia perkembangan anak. Selain itu, psikolog pendidikan berperan untuk senantiasa memonitor perilaku anak didik di lingkungan sekolah, keluarga ataupun masyarakat melalui komunikasi dua arah dengan orang tua anak.
Guru bimbingan konseling /konselor memiliki tugas, tanggungjawab, wewenang dalam pelaksanaan pembimbingan konseling terhadap peserta didik. Tugas guru bimbingan konseling /konselor terkait dengan pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, dan kepribadian peserta didik di sekolah.
http://www.tuanguru.net/2011/11/fungsi-pendidikan.html